Say No to Galau

Wong urip iku sawang sinawang, begitu kalimat yg sering aku dengar. Artinya kurang lebih manusia itu suka membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain. Tak jarang manusia menganggap rumput tetangga lebih hijau dan berandai- andai berada dalam posisi org lain. If I were her, if I were smarter, If I were more beautiful and richer, and many more “If I were”. Allah ga suka kalo kita terlalu berandai- andai tipe kyk gini. Apalagi di era socmed yang mewabah di hampir semua range usia, kita bisa dengan mudah tahu ‘kehidupan’ orang lain. Tak heran kalau banyak yg galau dan tanpa sadar memicu kurangnya rasa syukur padaNya. A note to myself too, hehe.

Okay, let’s take a look to ourself.

Sehat? Iya.

Selalu tersedia saat kita butuh makan minum? Iya.

Punya keluarga yg menyayangi dan selalu mensupport kita? Iya.

Bisa gampang akses socmed dan upload foto jalan2 atau penghargaan? Iya #eh

Yuk mari tata hati dan niat, jadikan socmed berkah utk menyambung ajang silaturahim dan berbagai hal positif lainnya 🙂

Intinya, syukuri apa yg ada, hidup adalah anugrah, tetap jalani hidup ini, melakukan yg terbaik. Hayo, yg ikutan nyanyi berapa orang ni, tunjuk tangan! :p

So, galau krn socmed? Gak la yauu 😀

Menjelang subuh, 28 Jan 2013