Writing Workshop Bersama Asma Nadia

Alhamdulillah Ahad, 18 Agustus 2013, aku bisa mengikuti Writing Workshop yang dipandu oleh pasangan Mba Asma Nadia dan Pak Isa Alamsyah. Begitu lihat pengumumannya di Komunitas bisa menulis (grup di FB), aku langsung izin suami. Memang harus izin suami kan? Selain itu alasan utama lainnya adalah suami harus piket jagain Elang dari pukul 8 pagi sampai pukul 6 sore 😀 Plus ada sejumlah fee yang harus diinvestasikan untuk mengikutinya. Singkat cerita, surat izin dari suami turun, jadilah sebelum hari H sibuk menyiapkan semua keperluan si bocah dan si ayah. Makasi ayah, luv u :*

Writing workshop yang diselenggarakan di Jakarta Design Center- Slipi ini dimulai tepat pukul 9. Syukurlah aku sudah sampai sejak pukul 08.45, jadi bisa foto- foto di depan dulu sambil antri registrasi. “Satu Buku Sebelum Mati, BISA!” begitu yel- yelnya.

Modul, name tag, banner, dan jalannya acara

Modul, name tag, banner, dan jalannya acara

Langsung ke oleh- oleh acaranya aja ya, pasti udah pada ga sabar. Di sini dibahas tentang hal- hal mendasar tentang menulis dan tips- tipsnya.

1. Alasan atau motivasi menulis

Banyak hal yang memotivasi seseorang untuk menulis. Apa pun alasannya, penulis harus berkomitmen untujk terus menulis dan menulis. Latihan menulis untuk mengasah kemampuan kita. What about me? Alasanku aku ingin bisa menulis hal- hal yang bisa menjadi amal jariyahku. Jadi harus nulis yang baik- baik dan bermanfaat dong ya J Plus untuk eksistensi, agar nanti anak- anakku, keluargaku dan semuanya tahu bahwa aku bukan hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Seorang IRT(saat ini) yang tetap berusaha mewujudkan mimpi- mimpinya, InsyaAllah.

2. Ide dan sumbernya

Ideas are the beginning of all fortunes , begitu quote Napoleon Bonaparte. Kadang bingung ya nyari ide, yang unik, yang beda dan menarik gitu. Nah, dari mana kita bisa dapat sumber ide? Bisa dari membaca buku- buku, nonton film, dari foto peristiwa, dari berita, dari pengalaman pribadi, dll.

Tips:  Segera catat begitu ide muncul. Entah di handphone, BB, block note, atau di tisu juga boleh 😛

3. Setting (latar)

Masih ingat pelajaran Bahasa Indonesia pas sekolah dulu kan? Ada latar tempat, latar waktu dan latar situasi/suasana.

Tips: Untuk latar tempat, gambarkan kekhasan latar tersebut sehingga pembaca seolah- olah berada di sana. Kalau penulis belum pernah ke tempat itu, riset dulu, cari info selengkap mungkin tentang tempat tersebut, jadi pembaca ga sebel karena ada detail setting yang ga sesuai.

Continue reading