Ayahku Marinir

Ketika masih SLTP dulu, aku terbiasa melakukan handstand ketika merasa ingin menangis. Kata kakak kelasku, ketika handstand posisi kepala kita berada di bawah tubuh kita, maka air mata tak akan jatuh. And it works! Namun, sejak berstatus mahasiswa aku tidak bisa melakukan cara itu lagi, mungkin karena aku yang lupa tekniknya, atau karena tubuhku sekarang terlalu subur untuk melakukannya, haha. Kuhembuskan nafas dalam- dalam agar genangan air di mataku tak sampai jatuh membasahi pipiku.

Kejadian ba’da subuh pagi itu tiba- tiba terlintas di pikiranku. Terekam dengan sangat jelas di benakku ketika mama mengabarkan berita itu.

“Innalillahi,..” aku tidak bisa melanjutan kata- kataku lagi. Dari Sony Ericsson J105i merah-ku terdengar suara mama yang memanggil- manggilku. “Iya ma…”jawabku lirih beberapa detik kemudian. “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, kapan mama mendapatkan berita tentang ayah ma?”

Selanjutnya yang kudengar adalah mama yang dengan tegar menceritakan bahwa beliau baru saja mendapatkan berita dari komandan ayah, ayah gugur dalam tugas. Sudah sebulan terakhir ini ayahku yang seorang Kapten Marinir mengikuti Latihan Pemantapan Terpadu (Lattapdu) Marinir Wilayah Timur di Banyuwangi. Harusnya hari itu adalah hari terakhir latihan dan besoknya ayah sudah bisa kembali ke Bataliyon I di Tanjung Perak dan lusa cuti selama tiga hari. Aku masih ingat ketika ayah memeluk Satya, adik lelakiku, aku, lalu mama bergantian sebelum berangkat latihan. Bahkan, aku masih bisa merasakan hangatnya pelukannya.

Manusia berencana, Allah- lah yang menentukan, Allah memanggil ayah. Panser amfibi yang dinaiki ayah dan beberapa anggotanya tidak berfungsi dengan baik ketika akan dilakukan pendaratan, dan seluruh awak amfibi harus keluar dari tank yang juga berfungsi sebagai kapal ketika berada di laut itu. Ayah terlambat keluar. Mungkin ayah mendahulukan anak buah- anak buahnya. Wa’allahu ‘alam.

Continue reading

Friends Forever

Hi all, I’m coming 🙂

Kali ini aku ingin cerita tentang teman-teman kecilku. Ceritanya, Ririn (biasa dipanggil difana juga) dan Aziza adalah teman-temanku ketika SD dan SMP. Kami bertetangga, jadi dulu biasa maen bareng, ngaji bareng, tarawih bareng, latihan karate bareng juga, macem2 kegiatan khas anak kecil dan remaja lah. Ngambek2an gitu pernah juga kayaknya 😀

Masa SMA dan kuliah kami menempuh jalan yang berbeda, masih sering ketemu sih, cuma ga sesering dulu. Kalo pas ketemu di masjid ketika tarawih gitu, pulangnya pasti ngobrol2 dulu luaama, sampe disuruh pulang ortu kami baru pulang, hihi.

Singkat cerita, kami beranjak dewasa dan kemudian menikah! Aziza yang paling kecil usianya di antara kami, namun ternyata dia yang menikah paling dulu, hehe. 25 Maret 2012 Aziza melepas status gadisnya. Aku menyusul pada tanggal 19 Mei 2012. Rupanya Ririn ga mau ketinggalan, 24 Juni 2012. Alhamdulillah, bismillah 🙂

Daan, atas kehendek Gusti Allah (aku dibesarkan di keluarga Jawa, yang biasanya diajari menyebut nama Allah dengan Gusti Allah) pula kami hamil hampir bersamaan, what a surprise!

Karena kami tinggal di tempat yang berjauhan (Aziza di Malang, Jawa Timur, Ririn di Auckland, Selandia Baru dan aku di Jakarta) maka kami janjian untuk bertemu di rumah ketika mudik mau melahirkan, di Kertosono, Jawa Timur (search aja kalo ga tau). Rencananya kami mau janjian foto bareng di studio foto ketika hamil, namun ternyata oh ternyata, kami diizinkanNya berfoto di studio foto Ruang Bersalin VIP di RS Jombang. Tiada duanya! This is it!

27 Feb 2013, 3 Bumil

27 Feb 2013, 3 Bumil

Alhamdulillah masih sempat foto bareng pas hamil, sekitar 4 jam setelah sesi foto ini anakku, Elang, Alhamdulillah lahir dengan selamat, sehat, ganteng, mmuah. Semua jempol buat bumil Ririn dan Azizah :-* Padahal mereka sedang hamil besar, tapi tidak menyurutkan niatnya untuk mengunjungiku yang sudah pembukaan 2 dan sudah diinduksi. Eh, stop stop, cerita lairannya nanti dulu yaa 🙂

Time keeps running, 16 April 2013 , anak perempuan Aziza lahir dengan selamat di Malang. Zarin namanya. 27 April 2013, anak perempuan Ririn lahir di Pare, Fazna namanya. Semoga ga salah nyebutin tanggal 😀

3 mommies 3 babies: May 30th 2013

3 mommies 3 babies: May 30th 2013

Alhamdulillah, kami bisa reuni lagi dan kali ini bersama bocah-bocah yang dulu di dalam perut kami. Tumbuh sehat, soleh dan sholihah ya naaak. Teruskan persahabatan emak-emakumu ini ya naak, hahaha

Luv,

Mama Elang

Elang in Disguise

Bismillah, tulisan pertama di blog baru niih. Lagi pindahan dari blog sebelumnya di sini. Berhubung aku ga bisa login lagi ke blog itu (akun email kampusku udah expired, hiks) dan diajak emak-emak temen SMADA Kediri keroyokan bikin blog, jadilah buat blog baru ini 😀 Kenalannya lebih lanjutnya nanti dulu yah, udah ga sabar pengen nulis, hehe

Daan, topik pertama yang pengen aku tulis adalaaaah, jeng jeng jeng,. Our lovely son Elang Muhammad Akira :-*

Sebagai emak-emak yang mau anaknya selalu tampil cakep, gaya, dan santun (ciee) ini salah satu baju yang kupilihin untuk Elang. Ayahnya sih pasrah aja Elang mau dikasi outfit kayak apa. Cuma kadang2 komentar dikit, dikiiiit aja kalo aku udah mulai pengen beli macem2, haha

Elang in Disguise

Elang in Disguise

Note: Sleepsuit (nama kerennya baju ini) dipake pas Jakarta lagi adeeem, kalo ga maah bisa keringetan mulu si Elang, mana dia biasanya keringetannya heboh 😀

Oia, sleepsuit ini size 6m merk Next dipake Elang usia 3.5bln. Tips ya buat para ibu2, kalo beli baju buat bayi dilebihin ukurannya, dan untuk daily wear belilah dalam jumlah kecil size bertingkat, misal untuk satu jenis baju, beli size newborn 3pcs, S 3pcs, M 3pcs, dst, karena bayi itu cepet banget gedenya, hehe.

Alas tidurnya itu sebenernya selimut topi, merk Carter’s. Beli sejak Elang masih di perut, begitu liat sleepsuit dagangan datang motifnya sama (walo merk beda) langsung deh aku simpenin buat Elang, hahaha. Ini fotonya Elang pake selimut topi Carter’s ketika aqiqahnya dulu.

Selimut Topi : Elang Usia 7hari

Selimut Topi : Elang Usia 7hari

Kalo mau outfit kaya yang dipake Elang, bisa berkunjung ke lapakku yah, Jakarta BabyBunda, di sini *promosi, hahaha*

Udah dulu ya, mau mandiin si bocah 🙂

Luv,

Mama Elang